
Manado (09/04) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara menggelar Ibadah Oikumene sekaligus Ibadah Paskah yang berlangsung di Aula Sam Ratulangi. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi umat Kristiani untuk memperkuat iman serta memperbarui komitmen dalam menjalani kehidupan, baik secara pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam khotbah Paskah yang disampaikan oleh Pendeta Tiara Pandey, ditegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus bukan sekadar peristiwa iman, melainkan sumber pengharapan sekaligus panggilan bagi umat untuk hidup seturut kehendak Tuhan. Umat diajak menyadari bahwa Kristus akan datang kembali, sehingga kehidupan saat ini hendaknya menjadi bentuk kesiapan dalam menyambut kedatangan-Nya.
Pendeta Tiara juga mengangkat kisah perempuan-perempuan yang datang ke kubur Yesus sebagai teladan kesetiaan. Di tengah duka dan ketidakpastian, mereka tetap setia mencari Tuhan, menunjukkan kasih dan komitmen yang tidak tergoyahkan. Hal ini menjadi refleksi bagi umat untuk tetap setia dalam segala situasi kehidupan.
Selain itu, jemaat diingatkan bahwa setiap orang memiliki “batu besar” dalam kehidupan, baik berupa persoalan keluarga, kesehatan, maupun pergumulan pribadi. Namun melalui kebangkitan Kristus, umat diyakini bahwa Tuhan sanggup memberikan pertolongan serta membuka jalan atas setiap persoalan yang dihadapi.
Sejalan dengan pesan khotbah tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara, Hendrik Pagiling, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kehidupan spiritual di tengah kesibukan kerja. Ia menyampaikan bahwa kebiasaan berdoa perlu menjadi bagian dari keseharian, termasuk di lingkungan kantor.
Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, ia mengungkapkan rencana untuk menghadirkan ruang doa khusus di kantor yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pegawai. Ruangan tersebut diharapkan menjadi tempat yang sakral dan kondusif untuk beribadah di sela-sela aktivitas pekerjaan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan Tuhan, menyadari keterbatasan sebagai manusia, serta tetap mengandalkan campur tangan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya integritas dan keberanian untuk hidup dalam kebenaran. Para pegawai didorong untuk menjadi terang dan teladan dalam menjalankan tugas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta diajak untuk merenungkan kesiapan diri dalam menyambut kedatangan Tuhan kembali. Setiap individu diingatkan untuk mulai hidup sesuai firman Tuhan sejak saat ini, sebagai wujud iman dan tanggung jawab spiritual.
Dengan semangat Paskah, diharapkan nilai-nilai kebangkitan Kristus dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat iman, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat


