
MINAHASA – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara (Kanwil Kemenkum Sulut) berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peran Zona Integritas dalam Mendukung Pencapaian Akreditasi Unggul yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Jumat (6/2).
FGD yang berlangsung di Manado Tateli Resort, Minahasa ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dalam memperkuat tata kelola organisasi dan membangun Zona Integritas sebagai salah satu instrumen pendukung pencapaian Akreditasi Unggul.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara, Hendrik Pagiling, Analis SDM Aparatur Ahli Madya, Noldy Sahabati yang menjadi narasumber menyampaikan kebijakan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Dalam kesempatan tersebut, Noldy Sahabati menjelaskan tujuan pembangunan Zona Integritas serta enam area perubahan yang menjadi fokus utama, meliputi Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Ia juga menyampaikan faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi Zona Integritas sebagai bagian dari agenda Reformasi Birokrasi.

“Pembangunan Zona Integritas bukan hanya pemenuhan administrasi, tetapi merupakan komitmen pimpinan dan seluruh unsur organisasi dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima,” ungkap Noldy.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan pembangunan Zona Integritas di lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan pendampingan, sosialisasi, serta pemberian penguatan substansi sesuai tugas dan fungsi Kementerian Hukum.

