
Manado — Jajaran pegawai Kristen yang tergabung dalam Persekutuan Oikumene Kanwil Kemenkum Sulut mengikuti Ibadah Persekutuan Oikumene yang digelar pada Selasa (03/03). Melalui ibadah ini, para pegawai menegaskan komitmen untuk tidak sekadar bekerja, tetapi juga menghidupi nilai-nilai kebenaran dalam setiap tugas dan tanggung jawab.

Pendeta Rocky A. Wenas dari GMIM Alfa Omega Kumaraka Dalam memimpin ibadah dan menyampaikan khotbah yang diambil dari nas Kitab Yeremia 18:1-6 tentang tukang periuk dan tanah liat. Ia menegaskan bahwa Tuhan berdaulat membentuk kehidupan manusia sesuai dengan rencana-Nya, sementara manusia berperan sebagai tanah liat yang dibentuk untuk tujuan tertentu.

“Rencana Tuhan indah pada waktunya, bukan pada waktu kita. Apa pun proses yang kita alami, tetaplah setia sesuai dengan bagian yang telah dipercayakan,” ujar Pendeta Rocky di hadapan jemaat.

Ia juga mengingatkan bahwa berkat tidak selalu berbicara tentang materi, melainkan tentang keselamatan, damai sejahtera, dan kesempatan untuk terus hidup dalam tuntunan firman Tuhan. Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk menjadi pelaku firman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat menjalankan tugas pelayanan publik.


Dalam konteks kelembagaan, Kanwil Kemenkum Sulut dipandang bukan sekadar institusi administratif, melainkan wadah pelayanan yang menghadirkan kepastian hukum, rasa aman, dan keadilan bagi masyarakat.

“Kantor ini bukan hanya bangunan dan jabatan, melainkan sarana untuk menyatakan nilai keadilan dan tanggung jawab. Ketika kita bekerja dengan integritas dan takut akan Tuhan, dampaknya akan dirasakan banyak orang,” tegasnya.

Seluruh pegawai diajak untuk saling menguatkan, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta tidak takut berbuat benar. Momentum persekutuan ini diharapkan menjadi landasan iman yang mendorong peningkatan profesionalisme dan integritas dalam pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa dan harapan agar setiap pegawai senantiasa menjadi berkat melalui peran dan tanggung jawab masing-masing.


