
MANADO – Jajaran pegawai Kristen yang terhimpun dalam Persekutuan Oikuemene Kanwil Kemenkum Sulut mengikuti Ibadah Persekutuan Oikumene, Selasa (10/2). Ibadah kali ini menghadirkan refleksi mendalam mengenai hubungan antara hukum Tuhan, integritas, dan pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara.

Dipimpin oleh Pendeta Hanny Montolalu dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), pesan firman yang diambil dari Mazmur 19:8-12 menekankan bahwa hukum Allah bukanlah sekadar aturan yang kaku, melainkan standar moral absolut yang bersifat adil secara universal.

Dalam khotbahnya, Pendeta Hanny menganalogikan bahwa membaca firman tidak semestinya dianggap sebagai beban yang rumit, melainkan dinikmati layaknya "makan bubur"—sederhana namun menguatkan. Ia menegaskan bahwa kebenaran harus menjadi standar tertinggi bagi setiap individu.
"Integritas saudara tidak bisa dibeli dengan emas. Firman Allah bukan sekadar akta atau tulisan di atas kertas, melainkan sebuah fakta yang mampu memulihkan jiwa. Firman itu lebih indah dari emas dan lebih manis dari madu," tuturnya di hadapan para jemaat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap pegawai Kemenkum Sulut memiliki peran ganda: sebagai abdi negara sekaligus hamba Tuhan. Dengan integritas yang kuat, pekerjaan sehari-hari akan membuahkan "madu" atau berkat bagi sesama, sebagaimana teladan Daniel yang mendapatkan upah atas kesetiaannya.

Ketua Oikumene Kanwil Kemenkum Sulut, Hendra Zachawerus, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya ibadah ini. Ia menekankan pentingnya setiap personel untuk terus belajar mengenai kebenaran dan keadilan (truth and justice).


"Hidup adalah pilihan. Di ujung setiap tantangan, selalu ada 'emas dan madu' bagi mereka yang setia. Semoga kita semua terus berjalan dalam koridor kebenaran dan keadilan dalam menjalankan tugas di kantor ini," ujar Hendra.

Ibadah tersebut juga dirangkaikan dengan presentasi Program Sahabat Alkitab oleh tim LAI. Program ini memaparkan visi besar untuk menjangkau semua generasi melalui upaya penerjemahan, pencetakan, hingga pendistribusian Alkitab ke pelosok negeri.



