
MANADO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Utara, Hendrik Pagiling, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Marsono, dan Kepala Bidang AHU, Hendrik Siahaya menerima kunjungan audiensi dari Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Sulawesi Utara, Selasa (03/02). Pertemuan ini mempertegas komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat pengawasan profesi notaris sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di wilayah tersebut.
Ketua INI Sulawesi Utara, Karel Butarbutar, hadir bersama jajaran pengurus untuk menyelaraskan langkah strategis bersama Kanwil Kemenkum sebagai mitra kerja utama.


Dalam pertemuan tersebut, Hendrik Pagiling menekankan pentingnya bagi setiap notaris untuk memegang teguh sumpah jabatan. Integritas notaris bukan hanya soal administrasi, melainkan benteng pertahanan hukum bagi masyarakat.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah peran notaris dalam membantu negara memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Melalui penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ), notaris diwajibkan menjadi filter pertama dalam mendeteksi transaksi keuangan mencurigakan.

"Sinergitas ini penting untuk memastikan notaris di Sulawesi Utara memberikan layanan yang bersih. Kami bersama-sama berkomitmen memberantas pungli dalam bentuk apa pun agar masyarakat mendapatkan keadilan hukum yang transparan," tegas Hendrik.

Selain aspek hukum, Kakanwil juga mengajak para notaris untuk tidak menutup mata terhadap isu-isu sosial di Sulawesi Utara. Ia mendorong para pejabat pembuat akta ini untuk bergandeng tangan secara aktif membantu permasalahan sosial yang tengah dihadapi masyarakat lokal.
Langkah ini disambut baik oleh Karel Butarbutar. Menurutnya, pembinaan bersama antara Kanwil dan Pengwil INI akan menciptakan iklim kerja yang lebih profesional dan bermartabat bagi para notaris di Sulawesi Utara.



