
MANADO – Menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadan 1446 H / 2026 M, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara mengikuti Munggahan dan Silaturahmi Pegawai secara virtual, pada Kamis (12/2). Kegiatan yang diikuti dari Aula Sam Ratulangi Kanwil ini digelar sebagai sarana pembersihan diri dan penguatan solidaritas antarpegawai.

Acara yang terpusat di Jakarta ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan saritilawah, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar Kemenkum.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, dalam sambutannya memberikan penekanan mendalam mengenai hakikat pengabdian. Supratman mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang refleksi dan introspeksi diri.
"Jabatan dan kekuasaan memiliki batas waktu, namun perilaku baik dan dampak positif yang kita berikan kepada masyarakat akan menjadi legacy atau warisan yang abadi," tegas Supratman.

Lebih lanjut, Menteri Hukum mengingatkan agar ibadah puasa tidak hanya menjadi ritual pribadi, tetapi harus bertransformasi menjadi peningkatan integritas, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan hukum kepada publik. Beliau juga mengajak seluruh pegawai untuk saling memaafkan demi memperkuat kekompakan tim kerja.

Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Ahmad Sarwat sebagai pemberi tausiyah. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam mempersiapkan diri menghadapi bulan suci.
Ia menekankan dua hal utama dalam menyambut Ramadan: persiapan ilmu (fiqh puasa) dan persiapan hati (tazkiyatun nafs). "Jangan sampai kita hanya menahan lapar dan dahaga. Ramadan harus menjadi bulan perbaikan akhlak yang nyata," pesan Ustadz Ahmad Sarwat.

Ustadz juga mengaitkan nilai-nilai puasa, seperti kesabaran dan kejujuran, dengan etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, semangat pengabdian yang tulus merupakan manifestasi dari ketakwaan seorang pegawai dalam menjalankan tugas negara.


