

Manado — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara, Hendrik Pagiling, melalui Kepala Bagian Tata Usaha Umum Denny Porajow, menghadiri upacara peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih di Lapangan Koni Sario, Manado, Sabtu (14/02).

Upacara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara, pejabat TNI-Polri, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan pers, serta masyarakat luas. Upacara juga dihadiri tamu kehormatan Duta Besar Selandia Baru.


Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan amanat yang menegaskan makna strategis peringatan delapan dekade Peristiwa Merah Putih bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Yulius menyatakan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus hidup dalam setiap generasi. “Peristiwa Merah Putih membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam di tanah Sulawesi Utara. Kita wajib menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Yulius juga menekankan bahwa tema tahun ini, “Bakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulawesi Utara untuk Nusantara,” bukan sekadar slogan seremonial. Menurut Yulius, tema tersebut menjadi komitmen nyata bahwa Sulawesi Utara akan selalu berada di garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Upacara tahun ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, antara lain pertunjukan seni budaya, drama kolosal perjuangan, serta pembagian bunga dan cokelat sebagai simbol bahwa perjuangan masa kini berlandaskan cinta tanah air dan persatuan.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Yulius menyampaikan tiga pesan utama kepada masyarakat. Pertama, memperkuat literasi sejarah agar generasi muda memahami akar perjuangan bangsa dan tidak mudah tergerus arus globalisasi. Kedua, memperkokoh sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah yang maju dan sejahtera. Ketiga, mentransformasikan semangat juang para pahlawan untuk menghadapi tantangan masa kini, seperti kemiskinan dan potensi perpecahan.


Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih ini menjadi pengingat bahwa Merah Putih di Sulawesi Utara tidak hanya berkibar sebagai simbol, tetapi hadir sebagai wujud harga diri, kesetiaan, dan komitmen terhadap Indonesia.

Upacara ditutup dengan seruan “Merdeka!” yang menggema di lapangan, menandai tekad bersama untuk terus menjaga persatuan dan membangun bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.


